GORESAN HATI ANAK RANTAU
Menjadi seorang anak rantau, berjalan
di negeri orang, tidak ada sanak
saudara, hanya teman sebagai andalan, Begitulah nasib yang saya lalui saat ini.
Saya berjalan kesana kemari hanya untuk mencari setitik ilmu.
Orang tua yang jauh disana , tidak
akan tahu apa yang kami alami di
rantau, Keluarga hanya tahu bahwa keadaan kami baik-baik saja. Kami tidak selalu bergantung pada mereka”
kami tidak ingin
terlena dengan kehidupan yang membuat jejak langkah ini terhenti” Saya harus
berjalan menemukan siapa saya, bagaimana saya bisa mempertahankan hidup walaupun dengan sesuap nasi putih.
Walaupun terkadang hati menangis karna
nasib, namun sebenarnya tangisan hanya membuat lemah. Namun tanggisan bisa
hadir sebagai ungkapan suara hati. Entah bagaimana masa depan.ini yang selalu
saya membayangkannya setiap saat, Tapi biar semuanya berjalan menurut waktu.
Karna apa yang ada didepan itulah yang harus saya hadapi. Entah esok atau lusa
akan terjadi dalam hidup ini, Hanya Tuhan Yesuslah yang tahu semua ini.
Tapi saya bersyukur, karna kasih
sayang Tuhan selalu tercurah dan kawan-kawan yang
slalu memberikan support kepada saya” tetap bisa kuat menjalani hidup. Tapi,
aku tidak akan terlena dengan semuanya. Aku tak mungkin terus berharap kepada
mereka. Mungkin saja disuatu saat nanti, bisa saja terjadi keadaan yang tidak
semulus dengan harapan.. Saya harus siap untuk menhadapinya, walau saya tak
tahu kemana lagi kaki ini akan melangkah.
Editor : Wanimbo Edi
Post by : Admin
Komentar